Mpoyes, alat musik tradisional Afrika, kembali hadir di dunia seni dan budaya berkat sekelompok seniman berbakat yang menggunakannya untuk menghidupkan kembali dan melestarikan warisan budaya mereka. Berasal dari masyarakat Luba di Republik Demokratik Kongo, mpoye adalah alat musik dawai yang menghasilkan suara yang dalam dan bergema saat dipetik.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap musik dan instrumen tradisional Afrika bangkit kembali, seiring dengan upaya para seniman dan musisi untuk terhubung kembali dengan asal-usul mereka dan melestarikan warisan budaya mereka. Poye, dengan kekayaan sejarah dan suaranya yang unik, telah menjadi simbol kebangkitan budaya.
Salah satu seniman yang memimpin upaya menghidupkan kembali mpoye adalah Koffi Jules, seorang musisi dan pembuat instrumen asal Kongo. Jules belajar memainkan poye dari kakeknya, seorang musisi dan pengrajin terampil. Terinspirasi oleh ajaran kakeknya, Jules mengabdikan hidupnya untuk menguasai instrumen tersebut dan membagikan keindahannya kepada dunia.
Melalui musik dan penampilannya, Jules mampu menampilkan keserbagunaan dan keindahan mpoye, memikat penonton dengan melodi dan irama berirama yang menghantui. Selain tampil, Jules juga mengajar lokakarya dan kelas tentang cara memainkan mpoye, mewariskan pengetahuan dan kecintaannya terhadap instrumen tersebut kepada seniman generasi baru.
Seniman lain yang menggunakan mpoye untuk menghidupkan kembali warisan budaya adalah Ngozi Anyanwu, seorang seniman visual asal Nigeria yang memasukkan instrumen tersebut ke dalam lukisan dan pahatannya. Karya seni Anyanwu sering menampilkan gambar mpoye, sebagai penghormatan terhadap signifikansinya dalam budaya dan sejarah Afrika. Melalui karya seninya, Anyanwu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan instrumen dan musik tradisional Afrika.
Kebangkitan mpoye tidak hanya terjadi di Afrika, karena seniman dan musisi dari seluruh dunia mulai memasukkan instrumen tersebut ke dalam karya mereka. Di Amerika Serikat, misalnya, musisi jazz bereksperimen dengan suara unik mpoye, memadukannya dengan gaya musik modern untuk menciptakan perpaduan musik tradisional dan kontemporer.
Penggunaan poye dalam seni dan musik bukan hanya sebagai cara untuk melestarikan warisan budaya, namun juga sebagai sarana merayakan kekayaan keragaman budaya Afrika. Dengan menggunakan instrumen tradisional seperti mpoye, seniman dapat terhubung dengan warisan budaya mereka dan membagikannya kepada khalayak global.
Di dunia yang semakin homogen, kebangkitan instrumen tradisional Afrika seperti mpoye berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya melestarikan dan merayakan keragaman budaya. Melalui seni dan musiknya, seniman seperti Koffi Jules dan Ngozi Anyanwu tidak hanya menjaga semangat mpoye tetap hidup, namun juga menginspirasi orang lain untuk terhubung kembali dengan akar budaya mereka sendiri.
